Artikel, Umum

Di Balik GPMB XXX 2014

kiriman : Ibnu Rasyid

Tiba-tiba semuanya hening dan fokus mendengarkan suara komando dari Komandan Pasukan. Ternyata itu adalah informasi untuk segera membentuk barisan dan bersiap untuk apel sebelum memulai latihan. Ya, di telinga kami, suara tepokan disaat sedang latihan sangatlah sensitif. Pasalnya, tepokan itu merupakan cara agar seluruh pasukan dapat mendengarkan instruksi atau pemberian informasi dari Komandan Pasukan mengenai apa yang akan dilakukan.

Pada awal tahun 2014, jumlah anggota yang tergabung sebagai pasukan tidak lah banyak, bahkan hampir setengah dari pasukan di GPMB 2013. Maka dari itu, MBUI melakukan perekrutan anggota baru untuk mengisi spot atau pun posisi-posisi yang masih belum ada pemainnya. Dengan begitu, segenap pasukan MBUI, baik anak lama ataupun anak baru, saling bergandengan tangan untuk mencapai target di akhir tahun yaitu menampilkan yang terbaik.

MB – Kampus – MB – Kampus – Kampus – MB – MB – Kampus.

Ya, itulah siklus kegiatan kami sebagai pasukan di Universitas Indonesia dan juga sebagai mahasiswa Madah Bahana Universitas Indonesia. Jadwal kampus memiliki bobot yang sebanding dengan jadwal latihan. Jadi, apabila kelas di kampus lima hari dalam seminggu, maka kelas di Madah Bahana pun juga lima hari. Itu belum termasuk latihan tambahan dan sebagainya.

Full time Marching Band Player and Part Time Student. Haha, mungkin itu sedikit lebay. Tetapi, bagi kami, terkadang hal itu benar juga karena hampir setiap hari kami selalu berkumpul ataupun bertemu. Bahkan, bisa dibilang, pertemuan dengan teman di MB lebih intens dibanding teman di kampus.

Nah, lalu, bagaimana dengan teman-teman sejurusan ? Nah kalau ada pertanyaan tersebut masing-masing dari kami akan memiliki jawaban yang berbeda-beda. Bagi saya, teman-teman sejurusan tetap lah penting, karena mereka lah orang-orang yang akan menjadi partner kami apabila terjun di dunia kerja nanti. Oleh karena itu, saya selalu mencoba untuk membagi waktu untuk berkumpul atau bercanda dengan mereka. Semua harus seimbang, itulah tantangannya sebagai anak marching band universitas.

Namun, dibalik jadwal yang sangat padat juga target yang terus menghantui setiap hari, terurai sebuah kisah yang sangat berkesan diantara kami masing-masing. Ketika timbul rasa malas, stress, sedih di saat latihan, maka kami pasti akan bisa menetralisirkan itu semua dengan bercanda ketika jeda waktu latihan atapun saat latihan. Selain itu, kami diajarkan untuk selalu menciptakan suasana latihan yang santai tapi serius. Oleh karena itu, kami selalu mencoba santai untuk menjalani latihan dengan nyaman walaupun terkadang ada beberapa orang yang masih stress dengan tugas-tugas kampusnya.

Panas terik, hujan, bahkan badai pernah kami alami ketika latihan. Belum ditambah kami harus membawa alat  yang banyak kesana kemari karena tempat latihan kami yang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Apabila tempat latihan di indoor, kami merasa latihan hari itu merupakan anugerah dan berharap untuk terus latihan di indoor. Lelah dan capek. Itu makanan kami sehari-hari saat latihan, namun dari situlah kami ditempa untuk meningkatkan stamina agar bisa menampilkan yang terbaik kepada penonton dan dewan juri.

Memang berat kalau dipikir-pikir menjalani latihan yang super duper ketat, tetapi dari situlah kami dapat belajar bagaimana kami mengatur waktu dan membaginya untuk hal-hal yang positif. Pastinya, kegiatan seperti ini juga akan berdampak nanti apabila sudah di dunia kerja. Menurut pengalaman para alumni MB, tekanan yang mereka dapat di tempat mereka bekerja lebih ringan daripada latihan MB dahulu katanya. Hehehe…

Bagi saya dan beberapa teman-teman, proyek GPMB 2014 lalu adalah proyek pertama dan juga ada yang terakhir. Tetapi tidak bagi saya karena saya mengikuti proyek lagi di tahun 2015 ini. Namun, menurut para alumni,¬† proyek yang pertama adalah proyek yang paling berkesan. Hmmm…meski begitu, saya tetap coba untuk membuat proyek 2015 ini juga berkesan bagi saya dan teman-teman yang ikut lagi di proyek ini.

Well, walaupun kami tidak mendapatkan peringkat yang tertinggi tetapi kami sadar satu hal bahwa proses menuju GPMB 2014 lah yang paling berkesan dan membekas dihati, bukan hasil dari lomba saat itu. Kami juga sadar, bahwa MB-MB lain yang mendapatkan juara ternyata berlatih lebih keras dari kami. Bagi kami, dapat mencapai target-target yang telah disusun sudah sangat cukup membahagiakan, setidaknya dengan begitu tugas kami sudah tuntas di proyek GPMB 2014.

ibnu

Author : Ibnu Rasyid (Vokasi Pariwisata – Pit Percussion 2015)