Artikel, Umum

Pak Ben dan MBUI

“Pak Ben, Sang pejuang keadilan dan inspirator untuk bangkitnya MBUI.” – Ichwan Sukardi

IMG_0616

(Pak Ben dan pasukan penampilan Display UKM OKK UI 2011)

Benjamin Mangkoedilaga —- Bagi anggota MBUI, siapa yang tidak mengenal beliau? Dalam perjalanannya, MBUI tidak akan menjadi Unit Marching Band seperti sekarang tanpa “Pak Ben” (sapaan akrab almarhum), oleh karena itu kepergian beliau tentu mengejutkan sekaligus membawa duka bagi insan Marching Band Indonesia, khusunya MBUI. Sedikit sejarah, dalam karirnya sebagai seorang mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia, beliau tidak hanya aktif pada bidang akademik tetapi juga ikut turut serta dalam kegiatan non akademik. Hal ini dibuktikan dengan mantan Hakim Agung Indonesia itu, tidak lain tidak bukan adalah seorang pendiri pendiri sebuah unit Drum Band UI bernama “Genta Kusuma Loka” (10 Mei 1964), ujar beliau saat menceritakan kisah-kisah perjuangannya membentuk unit tersebut. Berdirinya Drum Band UI yang menjadi cikal bakal Marching Band Madah Bahana UI ini merupakan sebuah gebrakan bagi dunia Drum/Marching Band di Indonesia, dan Pak Ben lah yang menjadi pioneer gebrakan tersebut. Dalam perjalananya, Drum Band Genta Kusuma Loka sempat mengalami vakum untuk beberapa saat. Namun hal ini tidak mengurangi kecintaan beliau terhadap dunia Drum/Marching Band tidaklah berkurang. Setelah Drum Band UI akhirnya berubah nama menjadi Marching Band Madah Bahana Universitas Indonesia, dukungan dari beliau untuk MBUI tidaklah berkurang.

IMG_0579

Pak Ben sedang bercerita kepada pasukan MBUI

Di sela-sela kesibukannya sebagai seorang Hakim, sebagai suami dari Roosliana dan sebagai ayah dari  Mada Dewi Yustika dan Mada Dies Natalia, beliau selalu menyempatkan diri memenuhi undangan untuk datang berkunjung ke tempat latihan Maching Band untuk memberikan dukungan kepada pasukan. “Komitmen Pak Ben kepada MBUI terus berlanjut, meskipun intensitas pertemuan berkurang. Namun Pak Ben masih terus mensupport MBUI, setiap kegiatan MBUI tidak dilewatkannya. Pernah istri beliau berkata kepada saya bahwa jika ada undangan dari MBUI, beliau selalu mendahulukan undangan ini, sesibuk apapun. Beliau selalu merasa bagian dari MBUI dan merasa masih bagian dari pasukan.”  Ujar Ichwan Sukardi (Ikatan Alumni MBUI). Begitu banyak dukungan yang beliau berikan untuk MBUI, tidak hanya berbentuk moril, semangat yang beliau pancarkan setiap kali berkunjung ke latihan, merupakan obat lelah yang sangat manjur bagi pasukan. Hal yang mungkin menjadi ciri khas Pak Ben saat berkunjung ke latihan adalah “Telur Rebus”. Setiap berkunjung ke latihan ataupun training center MBUI, sebisa mungkin beliau pasti membawa berkantung-kantung telur rebus untuk dibagikan kepada pasukan, “agar kuat latihannya” ujarnya. Hal-hal seperti itulah yang membuat kami merindukan beliau.

IMG_0584

”agar kuat latihannya” – Pak Ben

Sebagai pendiri cikal bakal MBUI, keikutsertaan beliau sepanjang perjalanan Unit ini tidaklah diragukan. Sebagai “orang penting” pada masa reformasi, sangatlah heran jika beliau masih memiliki waktu, tenaga serta pikiran untuk MBUI. Oleh karena itulah banyak orang yang respect terhadap kecintaan dan totalitas beliau dengan Unit bentukannya ini. ” Banyak orang respect pada beliau, sebut saja saat beliau membela Tempo beberapa tahun lalu di meja hijau. Totalitas dan kejujuran yg membuatnya besar.” Ujar Pebi Sukamdani (MBUI Ang. 31 )

DSC_0105

Pak Ben dan MBUI

Kesan yang begitu melekat pada beliau, yang sering dilihat oleh banyak orang (pasukan) saat berkunjung ke MBUI ialah, “Beliau suka bercerita dan membuat lelucon”. Begitu Pak Ben berdiri di hadapan sekian ratus pasukan, beliau tidak bosan-bosannya menceritakan perjuangan beliau mendirikan Drm Band Genta Kusuma Loka. “Siapa sih anak MBUI yang ga tau cerita beliau ttg masa lalu saat mendirikan MB. Semuanya tau, bahkan dari ciri khas gaya uniknya.” Ujar Pebi Sukamdani. Selain cerita-cerita tersebut, beliau sangat sering memberikan guyonan saat bercerita, mungkin dikarenakan melihat wajah-wajah pasukan yang kelelahan sehabis latihan. Salah satu guyonan yang sering beliau utarakan ialah sebuah pusi berjudul “Diam” karyanya. Apa lucunya? Ya, sangatlah mengundak gelak tawa karena sesaat beliau menyebutkan judul dari puisi tersebut, keheningan langsung menyerang, dan ternyata isi dari puisi “Diam” karyanya ialah benar-benar “Diam”.

IMG_0577

Pak Ben yang selalu bercerita kepasukan

Marching Band memang bukan merupakan UKM yang kecil. Dengan banyaknya anggota yang ia lahirkan tidap tahunnya, MBUI dari angkatan 1 sampai sekarang tentu telah melhirkan banyak bibit-bibit sukses. Dan satu hal yang pasti, hal ini dapat terjadi salah satunya karena perjuangan dari Pak Ben untuk membentuk Drum Band UI sebagai cikal bakal MBUI. Walaupun beliau mungkin tidak mengenal baik satu persatu ratusan bahkan ribuan anggota MBUI, namun dalam diri kami para anggota, jasa-jasa beliau untuk MBUI akan terus kami kenang. (LR)

“Selamat jalan Pak Ben. Jasa-jasa bapak terhadap MBUI tidak akan kami lupakan. Semoga engkau mendapat tempat terbaik disisi-Nya.”