Artikel, Umum

Mengungkap Misteri Keberadaan Cymbal Marching (bag.1)

Cymbal marching dan MBUI seperti dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Jika membicarakan MBUI, tentu tidak lepas dari cymbal marching mereka yang sudah diakui kualitasnya. Berbagai kreativitas visual, power, dan teknik yang digunakan membuat cymbal marching mereka menjadi patokan bagi banyak cymbal marching unit lain di Indonesia.

Meski demikian, secara umum, keberadaan cymbal marching memang masih kalah populer dibanding alat lain di dalam sebuah unit. Jika kita lihat di luar sana, unit yang tidak memiliki cymbal marching lebih dominan dibanding unit yang memiliki cymbal marching. Kita rasanya belum pernah melihat ada unit yang tidak menggunakan snare drum, tenor drum, atau bass drum, yang seolah menjadi tiga alat wajib dalam sebuah battery line.

SAM_0339

Dalam banyak momen, ketiadaan cymbal marching seolah tidak mempengaruhi apapun. Bahana Cendana Kartika Riau di GPMB 2013 sukses menjuarai caption field percussion, mengalahkan dua unit yang memiliki komposisi field percussion lebih lengkap, yaitu MBUGM dan MBUI. Di pentas internasional, Carolina Crown dan Blue Devils sukses menjadi juara di tahun 2013 dan 2014 tanpa adanya cymbal marching di unit mereka. Hal tersebut membuat keberadaan cymbal marching menjadi sebuah misteri mengenai pengaruh apakah yang sebenarnya diberikan cymbal marching di dalam sebuah battery line.

Belum lama ini, Tim Pubdok 2015 berkesempatan untuk sedikit berbincang dengan Junt Minalai melalui dunia maya. Junt Minalai adalah juri field percussion GPMB sejak 2011. Junt mengungkapkan bahwa keberadaan cymbal marching adalah hal yang sangat penting. Baginya, cymbal marching adalah tentang bagaimana “we can see the sound“. Tambahnya lagi, ada tiga komponen yang menurut Junt sangat penting untuk cymbal marching, yaitu 1. Sound, 2. Visual, dan 3. Balance (Music, Orchestration, Quality).

Warna suara merupakan salah satu hal yang ditekankan oleh Junt. “If you have a chance to get more colour, why you don’t need that.” ungkap pria yang telah 6 tahun menjadi conductor bagi Aimachi Marching Band (Jepang) tersebut kepada Tim Pubdok. Warna suara di sini maksudnya adalah kreasi, kombinasi, atau tipe sound yang dapat dihasilkan oleh ensemble alat yang ada di battery line. Dalam menghasilkan suatu warna, Junt mengatakan bahwa kemampuan writing untuk cymbal marching sangatlah menentukan. Pukulan split cymbal solo yang tidak hanya sekadar pukulan crash dan choke memiliki nilai lebih. Pasalnya, split cymbal solo yang terdiri dari kombinasi teknik cymbal marching seperti sizzle, crash, choke, hii hat, dan lainnya itulah yang mampu memberikan warna yang khas.

IMG_0314

If you have a chance to get more colour, why you don’t need that.” – Junt Minalai

Instrumen juga faktor yang menentukan kualitas sebuah cymbal marching line. Junt mengungkapkan bahwa pemilihan alat atau instrumen sangat menentukan kualitas suara yang dihasilkan. Kualitas alat yang tidak baik tentu akan menghasilkan kualitas suara yang tidak baik juga. Ia juga menyayangkan bahwa kebanyakan cymbal marching di GPMB hanya menggunakan cymbal Stadium. Padahal, banyak tipe cymbal lain yang dapat digunakan untuk menghasilkan suara yang lebih bervariasi, seperti German, Viennesse, dan French.

“The mid-range sound of the Symphonic Viennesse Tone is exactly what I want when choosing a cymbal that helps define the “Mystique” sound.” – Joel McCauley, Battery Cymbal Technician, Music City Mystique (as quoted from Zildjian Score Magazine)

Secara keseluruhan, Junt mengatakan bahwa warna, kualitas teknik dan suara merupakan hal yang membuat cymbal marching begitu penting keberadaannya. Dengan cymbal marching, battery line dapat memiliki warna suara yang lebih bervariasi. Hal tersebut tentu harus ditunjang oleh teknik yang baik. Pasalnya, teknik yang baik akan menghasilkan suara yang baik, dan suara yang baik akan memberikan warna yang baik pula untuk keseluruhan battery line. Jadi, anak cymbal marching harus bisa membedakan teknik untuk memukul open crash, orchestral crash, accent crash, dan tipe pukulan lainnya serta harus dapat membedakan suara dari masing-masing pukulan. Jadi, siapa bilang anak cymbal marching tidak ada tuning?

Lalu, di mana peran cymbal marching dalam penilaian? Kok tim yang nggak ada cymbal marchingnya bisa mendapat nilai lebih baik dari tim yang ada cymbal marchingnya? Ngapain ada cymbal marching, dong, kalau nggak nambahin nilai?

Eits! Santai. Sebelum melihat hal tersebut, ada baiknya kita mengetahui cara Junt dalam menilai. Dalam teknis penjurian, Junt bercerita bahwa kebersihan suara (cleanliness) adalah faktor yang paling penting. Ia tidak begitu melihat berapa komposisi pemain yang ada selama permainan mereka bersih. Meski begitu, bukan berarti sedikit lebih baik. Ada faktor lain yang menentukan dalam pemberian nilai, yaitu konten. “More members means higher content because you got more colour and more chance to produce many types of sound, but if it’s not clean, less player group who play better will get this.” katanya. Berarti, di tingkat kebersihan yang sama, Junt akan memberikan nilai lebih baik kepada unit dengan komposisi pemain lebih banyak. Jika level kebersihan berbeda, Junt mengatakan akan mempertimbangkan komposisi pemain. Perkusi berisi 10 pemain dengan level kebersihan 80% akan mendapat konten lebih baik dibanding 15 pemain dengan level kebersihan 70%. “Because only 5 people. 10 and 15 is almost the same for me. If it’s 15:25, I will give higher content for more people. But, for achievement score, it will be low. Depends on how bad their achievement..

IMG_0648

Mana yang bernilai lebih baik, dalam tingkat kebersihan yang sama, jika ada dua tim di mana yang satu berkomposisi 5 snare, 4 tenor, 4 cymbals, dan 5 bassdrum, sedangkan yang satu lagi 5 snare, 4 tenor, dan 5 bassdrum? Sure the group that have cymbals^^ jawabnya yakin. Artinya, keberadaan cymbal marching merupakan faktor pembeda karena selain meningkatkan kuantitas, teknik mereka juga dapat meningkatkan kualitas dari segi more colour dan more types of sound seperti yang diutarakan Junt. Tentu saja, hal tersebut hanya berlaku jika para pemain cymbal marching tersebut memainkan musiknya dengan bersih.

Nah, terjawab, kan, mengapa tim yang tidak memiliki cymbal marching bisa saja mendapat nilai lebih baik dari tim yang memiliki cymbal marching. Hal tersebut bukan berarti cymbal marching tidak bernilai apa-apa. Cymbal marching merupakan instrumen penting yang hadir sebagai pembeda dan merupakan competitive advantage untuk sebuah battery line. Pentingnya sebuah cymbal marching tercermin di kompetisi WGI, di mana cymbal marching merupakan instrumen wajib yang harus ada bersama snare, tenor, dan bass. Di DCI, Santa Clara Vanguard (SCV), yang sama sekali tidak pernah menghilangkan cymbal marching sepanjang sejarah mereka, dapat menjadi acuan. Di tahun 2014 lalu, keberadaan cymbal marching mereka hadir sebagai ‘senjata rahasia’ untuk mencuri juara di caption percussion music dari rentetan kedigdayaan Blue Devils di caption lain. Tapi, bukan berarti juga keberadaan cymbal adalah solusi absolut untuk meningkatkan nilai. Jika pada dasarnya permainan battery line keseluruhan tidak bersih, maka keberadaan cymbal marching pun akan sulit untuk menolong.

IMG_9908

Dari pemaparan di atas, kita melihat bahwa Junt sangat fokus terhadap sound production dari cymbal marching itu sendiri. Meski di atas kita sempat melihat bahwa Junt menempatkan visual sebagai hal penting nomor 2 untuk cymbal marching, ia mengaku bahwa ia tidak memberikan penilaian khusus untuk visual cymbal. Visual cymbal marching hanya digunakannya untuk ‘melihat musik’ dari battery itu sendiri. Selain itu, ia tidak memberikan porsi untuk visual karena hal tersebut memang bukan lahan penilaiannya.

“I care about sound first, then technique, then orchestration. Visual just help me to ‘see’ the sound. And not my caption.” – Junt Minalai

Lantas, di mana peran visual cymbal marching itu sendiri? Apakah kemudian visual-visual keren itu sebenarnya tidak mempengaruhi apapun dalam penilaian di lapangan? Eits! Kalau kamu penasaran, stay tune terus bersama kami. Hal tersebut akan kami ungkap di artikel bagian kedua dengan narasumber yang tidak kalah kece.

Bagaimana? Semoga sharing dari Junt mampu membuka pandangan kita kalau cymbal marching juga memiliki peran penting dalam pertunjukkan marching band. Suara yang unik dan khas dari cymbal marching mampu memberikan warna yang tidak dapat diberikan instrumen lain. So, buat kamu yang sudah jadi anak cymbal marching, sudah saatnya membuka telinga lebih lebar lagi agar mampu membedakan suara alat kalian dengan lebih detil.

Terima kasih kepada Junt Minalai yang sudah bersedia meluangkan waktunya untuk berbincang sedikit bersama Tim Pubdok 2015. Sampai jumpa di artikel berikutnya 🙂 (RI)