Artikel, Umum

Bagaimana Kita Harus Menjalani Latihan?

By: Budi Hartanto, Pelatih Battery 2014

Seringkali sebagai pemain mungkin kita bertanya dalam hati “Bagaimana saya harus berlatih agar saya bisa mahir memainkan opening Frase A lagu 1?”, bukankah sering kita bertanya-tanya seperti itu? Di artikel ini saya tidak akan menawarkan ‘pil ajaib’ atau quick-fix bahwa kamu dijamin akan langsung mahir memainkan alatmu, karena dibutuhkan banyak hal dari banyak aspek untuk membuat sebuah sesi latihan menjadi efektif, tetapi disini saya mencoba membagi tips dari apa yang sudah saya pelajari selama kurang lebih 10 tahun bergabung bersama MBUI.

Saya sendiri percaya bahwa jika kamu berlatih menggunakan tubuhmu, kamu akan membutuhkan waktu seharian penuh. Tapi jika kamu berlatih menggunakan tubuh DAN jiwa/pikiranmu, mungkin kamu hanya memerlukan 2 jam. Ini artinya bukan hanya aspek fisik dari latihan yang kita perlu perhatikan, namun juga aspek mental dan pikiran kita sendiri. Lantas bagaimana seharusnya kita berlatih?

Mindless Practice

Pernahkah sehabis latihan kamu mencoba menganalisa bagaimana jalannya latihan tadi? Jika pernah, kesimpulan apa yang kamu dapat? Kebanyakan dari kita mungkin masih hanya sekedar datang ke tempat latihan, menunggu instruksi dari pelatih, dan menjalankan latihan dalam autopilot-mode, yang artinya ketika kita menggunakan instrument kita, kita hanya ‘berjalan bagitu saja’, kemudian kita bermain salah/buruk, pelatih menghentikan permainan, dan mengulang kembali dari awal, sampai pelatih merasa cukup puas dengan bunyinya dan meneruskan ke bagian berikutnya.

Permasalahan dari latihan seperti ini adalah kita hanya seperti menunggu keberuntungan untuk datang, cukup beruntung untuk meniup satu nada dengan tepat, cukup beruntung untuk berhasil melakukan triplet roll sepanjang satu bar. Kebiasan berlatih seperti ini akan berdampak pada kelelahan, kelelahan terhadap apa? Menurut saya ada 2 hal :

  1. Lelah secara fisik, karena satu frase yang terus diulang-ulang, mencoba sampai cukup beruntung untuk berhasil.
  2. Lelah secara pikiran dan mental. Bukankah sangat melelahkan, membosankan dan membuat frustasi jika kita merasa tidak mampu? Dan kita terus mengulang hal itu setiap hari.

Jelas latihan yang seperti ini akan menjadi sangat tidak produktif, kita cepat lelah, kita cenderung lebih malas, kita cenderung lebih mudah frustasi, dan keesokan harinya di latihan berikutnya mungkin semangat kita untuk belajar tidak meningkat mengingat di latihan sebelumnya kita pulang latihan dengan rasa frustasi, dan kita akan mengulang lagi latihan seperti kemarin di hari ini dan esok hari serta hari-hari berikutnya.

Satu hal yang perlu diingat, “practice doesn’t make perfect, practice makes permanent”, jika kita terbiasa ‘tidak sadar’, selalu dalam autopilot-mode, dan terbiasa melatih hal yang salah, maka hal-hal tersebut yang akan menempel pada diri kita. Latihan seperti ini yang akan membuat kita gugup dan tidak percaya diri ketika akan tampil nantinya, kenapa? Karena ketika akan tampil, biasanya pikiran kita akan tercurah penuh pada penampilan yang akan dihadapi, biasanya ketika tampil pikiran kita akan lebih aktif disbanding saat latihan. Lantas bagaimana kita bisa berkonsentrasi penuh jika ratusan jam latihan kita lewati dengan cara autopilot-mode, namun ketika tampil dan rasa gugup menyerang, pikiran kita berkonsentrasi penuh dan pikiran kita aktif. 2 hal yang sangat berlawanan bukan?

Kepercayaan diri ketika tampil (on-stage confidence) bisa lahir dari :

  1. Angka keberhasilan melakukan suatu frase 10 kali dari 10 kali percobaan.
  2. Kamu tahu bahwa angka keberhasilan itu bukan ketidaksengajaan.
  3. Dan yang terpenting, kamu tahu mengapa kamu berhasil dan mengapa kamu gagal melakukan suatu frase tersebut. Dari sudut pandang teknik, kamu tahu apa yang kamu butuhkan untuk berhasil melakukan frase tersebut.

Inilah point terpentingnya, kita cenderung berlatih secara tidak sadar namun pada akhirnya kita berusaha untuk sadar sepenuhnya ketika tampil/bertanding.

Lantas bagaimana berlatih secara efektif?

Mindful Practice

Sebagai pelatih, saya sendiri mengharapkan agar anak-anak yang saya latih selalu datang dengan fisik dan mental yang siap, bukan hanya siap secara fisik, tetapi pikiran bercabang, atau datang dengan pikiran yang blank. Dan saya juga mengharapkan anak-anak yang saya latih aktif dalam berlatih, mencakup berinisiatif untuk bertanya jika menemukan kesulitan dalam latihan, dan mampu mengkomunikasikan dengan baik kesulitannya.

Latihan yang efektif tentunya bukan hanya terjadi dari satu sisi, baik pelatih maupun pemain mempunyai andil untuk menentukan keberhasilan dan keefektifan suatu sesi latihan. Program dan jadwal latihan yang disusun dengan baik juga memang mengambil peran yang sangat penting. Namun disini saya fokuskan dari sisi pemain itu sendiri, ketika berlatih, daripada melakukan proses trial and error secara random, berlatih seharusnya adalah proses yang aktif, bukan pasif. Sebagai pemain dan pelatih, saya terkadang menganggap tempat latihan adalah semacam ‘laboratorium’, sebuah latihan dengan tujuan yang jelas, terukur, dan penuh analisa yang mendalam terhadap apa yang saya mainkan.

Berlatih secara aktif terkadang sangat perlahan karena dilakukan secara bertahap, dan berfokus pada beberapa hal yang spesifik, misalnya daripada mengulang 1 frase secara langsung, lebih baik fokus bagaimana kamu menghasilkan tone yang baik di bar awal frase tersebut.

Berlatih secara aktif juga termasuk menganalisa apa yang sedang terjadi, sambal terus mencari cara yang lebih efektif untuk berprogress. Ini termasuk mendengarkan dan memperhatikan secara aktif apa yang sedang terjadi, hingga kamu mengetahui apa yang salah, contohnya :

  1. Apakah not pertamanya terlalu sharp? Flat?
  2. Terlalu lemah? Terlalu kuat? Terlalu pendek?
  3. Jika misalnya terlalu sharp dan pendek, seberapa sharp? Sedikit? Banyak? Berapa panjangnya not tersebut harus berbunyi?

Analisa aktif sambil bermain seperti inilah yang mampu membuat kamu berkembang.

Itu langkah pertama yang baik, selanjutnya ajukan pertanyaan, “selanjutnya harus bagaimana?” dan “apa yang harus saya lakukan?”

Setelah bisa sampai tahap ini, tugasmu lah sebagai pemain untuk aktif mencari jawabannya. Jika hal-hal tersebut pernah diberitahukan oleh pelatihmu, coba lakukan secara konsisten, jika belum diajarkan atau kamu mungkin lupam bertanyalah secara aktif.

Sangat sedikit pemain yang berhenti sebentar, menganalisa apa yang kurang tepat, mengapa itu terjadi, dan bagaimana mereka mampu memperbaikinya.

Smarter, not harder

Terkadang kita terlalu berfokus pada suatu masalah dan berusaha keras mencari solusinya, sampai kita tidak sadar, mungkin saja kita melihat/berfokus pada hal yang salah. Jika kita tidak dapat memainkan 1 frase dengan baik, kadang bukan berarti kita kurang berlatih, namun ada kalanya kita butuh pendekatan dan strategi yang berbeda. Dari tulisan saya di atas, secara garis besar saya menawarkan 6 langkah untuk problem solving secara general :

  1. Ketahui dengan pasti tuntutan yang harus dipenuhi (e.g. bagaimana suara not tersebut harus terdengar?).
  2. Analisa masalah (e.g. mengapa dan apa penyebab not saya berbunyi seperti ini?).
  3. Identifikasi apa saja solusi yang mungkin dari masalah tersebut (e.g. dari sudut pandang teknis, apa saja yang bisa saya lakukan untuk mendapatkan suara yang lebih baik?).
  4. Uji coba solusi tersebut dan cari yang paling efektif.
  5. Implementasikan solusi tersebut (buat menjadi lebih permanen dan konsisten).
  6. Monitor implementasi tersebut (apakah solusi tersebut membuat saya dapat mencapai hasil yang diinginkan?). Dan mintalah feedback dari pelatih atau orang yang lebih berpengalaman.

Pada awalnya, berlatih aktif akan terasa melelahkan, karena selain fisik kita yang bekerja, jiwa dan pikiran kita juga bekerja dengan sangat aktif, hal ini butuh pembiasaan. Biasakan berlatih seperti ini, baik di tempat latihan ataupun ketika latihan/review sendiri, dan lakukan sesering mungkin dan se-konsisten mungkin. Selain bisa membantu dirimu sendiri untuk berkembang, hal ini juga akan sangat membantu pelatihmu dan team kamu. Karena sangat banyak hal yang perlu diperhatikan kualitasnya dari marching band, jika kamu turut aktif dalam berlatih jelas ini akan sangat meringankan beban team secara keseluruhan, karena kamu akan terbiasa memperbaiki tanpa perlu untuk ditegur terlebih dahulu, dan kamu akan tumbuh menjadi pemain yang mandiri, dan menjadi pemain yang lebih baik.