Berita Terbaru

Visi dan Misi Ralista Firdany Haroen, Ketua MBUI 2014

Ralista (Ketua MBUI 2014) & Acin (Ketua MBUI 2013)

Ralista Firdany Haroen, ketua MBUI masa jabatan 2014, baru saja terpilih pada pemilihan ketua yang dilangsungkan tanggal 2 Februari lalu. Tentunya kita mau tau dong apa visi misi yang dibawanya untuk membawa MBUI setahun ke depan? Berikut penuturan Ralista mengenai visi dan misinya, spesial dia tuliskan kepada redaksi web madahbahana.org. Selamat membaca! 🙂

Visi

1. Menjadikan MBUI sebagai unit yang sifatnya dinamis. Terbuka dan berani belajar dengan hal-hal di dalam dan luar unit ini yang mampu meningkakan kualitas dan eksistensi MBUI sebagai organisasi dan sebagai marching band itu sendiri. Terbuka terhadap masukan-masukan pasukan atau orang2 yang telah memberi pengaruh besar untuk MBUI dalam sejarahnya. Atau ketika datang kesempatan untuk bisa belajar dari unit lain misalnya, tidak langsung terpikir “membanding-bandingkan”.  Tidak takut dengan perubahan. Ketika MBUI berada di posisi baik-baik saja, justru di saat itulah dituntut perubahan. Dari hal yang telah saya pelajari di kuliah, perubahan itu bukan dilakukan pada saat penjualan lagi turun atau pendapatan lagi deficit. Karena saat kita berada di posisi itu, hampir gak memungkinkan buat kita melakukan perubahan, karena mungkin sudah kehabisan sumber daya, tenaga dan pikiran sudah terkuras. Tapi justru seharusnya perubahan itu dilakukan saat penjualan lagi sangat baik, intinya saat kita sedang di posisi atas atau “baik-baik aja”. Pola pikir yang “ kalo tidak rusak, kenapa harus diperbaiki ?”, seharusnya dijawab dengan “Justru kalo tidak diperbaiki, ini akan rusak” . Bergelut di dunia marching band memang dituntut kedinamisan. Dunia marching band 5 tahun lalu, tidak sama dengan sekarang, dan akan beda juga 5 tahun kedepan. Jangan pernah berhenti belajar, karena dulu pembelajaranlah yang membuat MBUI bisa seperti sekarang.

2. Menjadikan MBUI sebagai unit yang berkualitas, baik secara teknis maupun non teknis. Secara teknis contohnya, memaksimalkan setiap penampilan apapun dr MBUI, tidak sekedar “siap materi, lalu tampil’ saja. Secara non teknis, terkait dengan semua aspek organisasi MBUI, misalnya kedisipinan dalam penindaklanjutan peraturan ataupun pengadaan dan pengembangan AD/ART. Prinsipnya adalah setiap hal, sekecil apapun, yang dilakukan  atas nama MBUI harus berkualitas, atau tidak sama sekali. Jadi tidak hanya memperhatikan image MBUI di luar, tapi pastikan juga kualitas di dalam sama baiknya dengan image MBUI di luar.

Tujuan kualitas : Ingat, Dari awal semua orang memutuskan untuk masuk MBUI, pasti tujuannya adalah supaya bisa jago main snare, trumpet, pengen belajar disiplin, bertanggung jawab, dll. Ketika kita tidak memprioritaskan kualitas penampilan, atau kedisiplinan hanya diterapkan ketika hari H kompetisi, apakah pasukan akan mendapat apa yang mereka inginkan di awal ? Karena menurut saya tuntutan untuk pasukan sudah sangat banyak, mereka harus mengorbankan tenaga, waktu, pikiran, harus komit sama MBUI, dan lain-lain. Jadi seharusnya pertanyaannya bukan hanya “apa yang bisa pasukan kasih untuk MBUI?”, tetapi juga, “apa yang bisa MBUI kasih untuk pasukan ?”  Jadi selain, kita menuntut pasukan untuk ini itu, pastikan juga kita memenuhi tuntutan pasukan di awal, supaya ada yang bisa mereka dapet ketika mereka keluar dari MBUI.

Tujuan lain adalah, berhubungan dengan prinsip MBUI yang dari mahasiswa untuk mahasiswa, MBUI adalah salah satu unit yang terkenal menghasilkan beberapa pelatih-pelatih hebat di Indonesia, dengan kita memastikan kualitas, akan semakin mudah dan banyak terlihat bibit2 yang berpotensi untuk menjadi penerus pelatih-pelatih hebat berikutnya.

Apa itu kualitas ? ketika latihan efektif, target2 nggak molor, tercapai terus itu kualitas, pasukan disiplin, tau aturan itu kualitas, pengurus kinerjanya maksimal ,kerja sama dengan PD PM baik, itu kualitas. Dan pada akhirnya penentu kualitas terakhir adalah ketika tingkat kepuasan yang kita rasakan setelah tampil, kita sebagai pihak yang ada di dalam MBUI dan yang merasakan proses dan jeri payah perjuangan kita untuk mencapai kualitas di proses-prosesnya itu, sama tingginya dengan tingkat kepuasan mereka yang melihat penampilan kita. Ketika penonton bisa ikut merasakan perjuangan keras MBUI untuk mencapai proses yang berkualitas,  itu kualitas.

3. Menjadikan MBUI unit yang konsisten. Ini merupakan visi jangka panjang, karena butuh didukung dan dipegang juga oleh kepengurusan-kepengurusan selanjutnya.  Setelah mencapai kualitasnya, perlu dipastikan bahwa MBUI mampu konsisten terhadap pencapaiannya.  Sebagai band mahasiswa yang sudah terbentuk lama, sudah tidak saatnya band ini mengalami naik turun dalam hal prestasi, maka dari saat ini seharusnya  MBUI sudah mampu meningkatkan terus prestasinya.

Secara umum, saya ingin MBUI menjadi band yang punya konribusi paling besar terhadap kemajuan dunia marching band di Indonesia dan mnjadi trendsetter.

Misi

1. Membuat standar untuk setiap aspek organsisasi MBUI dan prosesnya. Untuk mencapai konsistensi, dibutuhkan standar yang kuat. Kalo untuk MBUI sebagai organisasi, contohnya dengan AD/ART, salah satu hal yang bisa jadi standar kita sebagai organisasi, untuk membahas status keanggotaan, status alumni, hak dan kewajiban anggota, tugas dan tanggung jawab pengurus, dll. Pengadaan peraturan per bidang (alat, perlap, teknis, dll) yang secara rutin disosialisasikan ke anggota, juga salah satu bentuk standar untuk pembentukan disiplin dan tanggung jawab anggota.  Kalo untuk MBUI sebagai marching band, misalnya proses penunjukkan pelatih, pasukan/anggota yg sperti apa yang dikatakan siap jadi pelatih, pemilihan pasukan, cadets yang bagaimana yg dikatakan siap jadi pasukan (misalnya setelah bisa main 8 8 16) , nah itu semua seharusnya ada standarnya. Untuk penampilan, pencapaian latihan yang bagaimana yang dikatakan udah siap tampil, yang penting selesai materi kah ? apa standarnya? Karena, untuk mencapai konsistensi, kita harus punya standar.

2. Menjalin kerjasama yang baik dengan pihak-pihak internal dan eksternal MBUI. Misalnya, melakukan silaturahmi atau studi banding, ke UKM lain, atau bahkan Marching Band lain, pelajari dan sharing sistem, dll. Ini salah satu cara kita untuk bisa terus dinamis dan terbuka.

3. Mengikuti dan menjuarai GPMB XXX 2014. Fokus saya tahun ini adalah pembentukan dan peningkatan standar, seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya. Harapannya adalah standar inilah yang akan dipakai MBUI untuk tahun-tahun berikutnya. Dan saya ingin pada akhirnya, perjuangan dalam pembentukan proses ini terbayar di akhir tahun, dengan menjadi Juara Umum GPMB 2014. Menurut saya, ini target yang tidak muluk, karena seharusnya hasil berbanding lurus dengan prosesnya.  Dan kita sebagai marching band universitas, tidak hanya bertanggung jawab kepada diri sendiri, tapi juga kepada pihak-pihak yang telah mendukung MBUI, seperti rektorat, orang tua pasukan, dan pihak-pihak lain, yang memang, ya mereka menuntut prestasi. Jadi, seharusnya tanggung jawab itu juga harus diperhitungkan.

Itulah visi dan misi yang dibawa Ralista untuk MBUI setahun ke depan. Sekali lagi selamat kepada Ralista, semoga dapat mengemban amanah dengan baik dan benar-benar konsisten yaa sesuai dengan visinya! MBUI BANGKIT!