Artikel, Tip dan Trik

Tips Basic Bermain Brass oleh Mas Andreas Manalu

Hari minggu, 21 Juli 2013 lalu, Music Director proyek GPMB kita, Mas Andreas Manalu yang biasa kita panggil ‘Mas Andre’ datang ke latihan MBUI untuk memantau dan mengajarkan basic brass kepada pasukan GPMB 2013. Berikut ringkasan isi latihan kita pada hari itu, semoga bisa bermanfaat untuk semua yang membacanya 🙂

  • Basic pemain brass yang paling utama adalah TUNING! Apa definisinya? Menurut bahasa, Tuning adalah menyetel/mengatur. Dalam musik, Tuning merupakan suatu proses untuk mencapai keselarasan. Jadi, yang terpenting dalam tuning itu BUKAN HASIL AKHIR suara yang dihasilkan, melainkan PROSESNYA menuju suara yang akan dihasilkan.
    Sebelum TUNING, pemain, khususnya PEMAIN BRASS, HARUS BISA “MENDENGAR”, dalam arti mengetahui & memahami apa yang didengar dan dapat menirukan apa yang didengar secara selaras.
  • Bagi pemain brass, suara yang dihasilkan adalah dari pemain itu sendiri, tanpa ada alat bantu, berbeda dengan section lain yang memiliki media untuk memproduksi suara, contohnya battery.
  • Teknik dasar memainkan alat tiup/brass bagi pemula yang baik dan benar, yaitu:
    1. Badan harus relax dengan postur yang baik,
    2. Ambil nafas sebanyak mungkin hingga perut terasa penuh lalu hembuskan langsung secara maksimal (jangan pernah menahan nafas!)
    3. Jangan pernah berpikir ada atau tidaknya suara, yang terpenting nafas yang dihembuskan pada alat, maksimal!
    4. Jangan pernah mencoba buzzing (menggetarkan bibir untuk menghasilkan suara), khusus bagi senior jangan pernah ajarkan buzzing pada anak baru, HARAM hukumnya!
  • Teknik nafas yang benar: tarik nafas sebanyak-banyaknya hingga perut dan dada sudah tak dapat menampung udara yang masuk, lalu hembuskan dengan dorongan yang kuat. Saat menghembuskan nafas, rasakan alat dipenuhi dengan nafas/udara dan akan timbul getaran.
  • Exercise bagi pemain brass untuk melatih AIR FLOW adalah dengan Lip slur. Yang dimaksud AIR FLOW adalah pengaliran udara atau angin (Eric Awuy, 2003). Ibaratnya, Lip slur itu adalah push up-nya dalam meniup untuk melatih nafas, jadi banyak-banyaklah latihan dan membenarkan teknik slur. Teknik lip slur ada 3, yaitu: 1. Harus satu nafas, 2. Tidak memakai lidah, baik awalan, body maupun akhiran, dan 3. Tak ada perubahan fingering.
  • Yang paling utama bagi pemain brass saat ini adalah HARUS LEBIH MENINGKATKAN TINGKAT KEPEDULIAN MASING-MASING INDIVIDUNYA TERHADAP TUNING.
  • Catatan penting untuk STAF-Section Leader (SL) :
    1. Fingering RE normal umumnya akan fals, pemain harus lebih peka lagi terhadap tinggi rendahnya suatu not, STAF-SL harus lebih peka lagi terhadap flat/sharp-nya suara.
    2. Paksa agar tiap individu disiplin dalam nafas, jika nafas sudah habis sebelum akhir exercise, maka exercise tidak boleh dilanjutkan, alias satu nafas.
    3. Coba cek luasnya suatu nada tiap individunya.
    4. Semakin dibuka tuning slide-nya, nada akan semakin flat, semakin ditutup, nada akan semakin sharp.
    5. Untuk masalah konsistensi, solusinya adalah banyak-banyak latihan long tone.
    6. Untuk masalah suara pemain brass yang berdesis berarti masih belum seimbang antara nafas dengan suara yang dihasilkan, suara nafas/angin pasti ada, hanya antara nafas dan suara harusnya seimbang.